Selasa, 14 Juni 2016

Berbukalah Dengan .....





Berbukalah kamu dengan yang setia, karena yangg manis belum tentu setia 

Berbukalah dengan yang asin karena yang manis bikin diabetes

berbukalah dengan yang pasti karena yang manis belum tentu pasti

berbukalah dengan yang ada karena yang sayang belum tentu ada

berbukalah dengan yang ikhlas karena yang manis belum tentu ikhlas

Senin, 26 Mei 2014

Rabu, 05 Maret 2014

arti sebuah kedewasaan


“Tua itu pasti, dewasa itu pilihan”

Ungkapan diatas mewakili apa arti dari sebuah kedewasaan,sering kali kedewasan dihubungkan dengan umur semakin tua umur seseorang semakin dewasalah orang, namun angapan itu tak selamanya benar. Belum tentu orang yang telah berumur bisa bersikap dewasa karena dewasa itu sebuah pilihan. Kedewasaan merupakan sebuah pilihan seseorang untuk mengubah hidupnya mulai dari cara berfikir dan sikapnya menjalani hidup ini. Kedewasaan mempunyai peran penting dalam sebuah hubungan terutama dalam percintaan banyak dari para kaum hawa mendambakan sosok cowok yang dewasa memang tak akan semudah membalikan telapak tangan untuk menjadikan kita dewasa apalagi diumurku yang menginjak kepala 2 sungguhlah sulit,namun harus tetap berusaha demi mengejar cinta sejatiku. Ciri-ciri yang membuat seseorang bisa disebut dewasa diantaranya sebagai berikut :

Rabu, 01 Januari 2014

putih abu :')


Menjelang petang hari Sabtu 18 Juni 2011, aku lewati lagi bangunan itu. Setembok tua ─kalau tidak ingin dibilang lusuh─ SMA Negeri 1 Banjarnegara. Seorang anak perempuan berseragam OSIS, ya lengkap dengan dasi dan sabuknya, menyetop bis sekenanya lalu berujar, “Pucang, Mas…”

Lepas itu dia naik bis dari pintu depan. Beruntung bocah ini tak ditolak oleh sang kernet. Jarak yang begitu dekat kerap kali jadi alasan ditolaknya calon penumpang. Selesai? Belum. Baru dari sini akan kumulai narasi. Melihat bocah SMA tadi, alur pikirku langsung berlari mundur ke memori satu sampai empat tahun silam. Wuuss! Sampai pada rantai-rantai ingatan itu, aku berhenti.

Berhenti pada ingatan kostum norak gila MOS tahun 2007. Kresek lorek lorek helm cething. Kalungnya, kawan, masihkah kau ingat rupanya? Atau kalau tidak, baunya? Ugh. Bawang-cabai-kencur. Dan lalu aksi pentas seni? Hmm, tak kalah norak. Sebutir memori inilah inisiasi dari semua.

Hari-hari setelahnya memang dipenuhi rumus dan teka-teki otak. Tapi selalu ada jeda untuk itu. Antrian kantin Anita yang dulunya jadi prioritas sekarang ratingnya mulai disaingi oleh soto, bakso, dan kupat tahu. Selebrasi dirgahayu, momen berbalut seribu kisah, kreasi, lelah, amarah, air mata, sorak sorai, hingga iuran. Tapi satu hal yang paling kurindu, dentum kaset VO2Max. Setelah lari bong dan volinya Pak Edi, VO2Max selalu alasan bagi beberapa untuk membenci olahraga. “Nut… nut nit nut! Start level two” Ketika salah satu berhenti, maka akan menjadi sunah bagi yang lain untuk lanjut ke level berikutnya. Hehe

Masih segar memori ini dengan bunyi bel masuk, lagu Tanah Air yang baris terakhirnya bahkan jarang sekali kudengar. Bukan satu dua kali mengisi ‘formulir’ siswa terlambat. Bukan satu dua kali ‘rajin’ ke perpus saat jam pertama dan kedua. Bukan satu dua kali ‘mendapat penghargaan’ upacara di depan ruang piket. Kalau sedang beruntung, sprint dari depan bank BKK melintasi Nurul di arena penyeberangan dan sesiapa guru piket yang bertugas jaga, akan sangat berguna.

Belum lagi dengan pencapaian pribadi hasil bakat, ketekunan, ataupun iseng usil jahil masing-masing kita. Daftar pencapaian itu terukir necis dengan judul ‘Apa dan Bagaimana SMAmu?’ Yang jaya lewat prestasi, angka seratus atau piagam-piagammu akan jadi bukti kecermelangan cerebrum dan cerebellum kalian. Yang menggenggam asa lewat ekstrakurikuler, ini mungkin kali pertama kau pegang kamera MD 10.000, hai insan Sinematografi. Ini mungkin membuka wacanamu tentang bagaimana Pramuka kini dipandang, wahai bantara. Ini mungkin tentang bagaimana ukhuwah bisa terjalin lewat cakap kecil dari teras-teras masjid, duhai Rohis ce_ri@. Ini mungkin saat dimana titik, bidang, garis, dan bentuk diduetkan dengan warna dan imajinasi, Cilukba...

Yang temukan sebungkus jati diri, artinya rentang waktu SMA kemarin benar-benar menentukan dirimu sekarang. Yang temukan cita-cita, aku kok yakin kau pasti akan kangen masa-masa merumuskan mimpi, menyulam harapan di bangku kelas, depan alat-alat laboratorium, dan sebelah buku-buku tebal tipis. Yang temukan seseorang, yang kau sebut mereka sahabat, musuh, rival, ataupun beibeh, sudahkah kau ucapkan terima kasih pada mereka? Atas pasrahnya mau dengarkan tumpah ruah cerita, atas kesediaannya mau berkompetisi, atas sukarelanya terimamu apa adanya, atas jasanya PELANGIkan SMAmu.

Aku sadar bahwa akan ada saat dimana itu hanya bisa jadi catatan. Tapi aku juga paham catatan itu ─sekarang dan esok lagi─ akan sering ‘terpanggil’. Bukankah kau masih ingat adegan tiap Jum’at: menggiring siswa laki-laki ke masjid ala Pak Shobari? Bukankah kau masih ingat seringai Pak Sugeng saat kita sedang sibuk-sibuknya sembunyikan HP, rambut gondrong, dan sepatu balet? Bukankah kau masih ingat pada Bu Giring Nidji sahabat aku itulah aku dekat denganku? Pada siapa yang sebagian dari mereka panggil Bunda? Pada siapa yang menyuruhmu mengumpulkan tumpukan surat undangan?

Terima kasih telah hadir pada episode ini. Dan….mengisi

writing by : rahma 

Selasa, 31 Desember 2013

"sekali lagi ku ungkapkan, kurang tanpa kalian..."


Ia menegaskan pada kami. Bagaimanapun menyenangkannya perjalanan selama 2 hari lalu, terasa sungguh berbeda dengan perjalanan-perjalanan sebelumnya. Maka hari ini aku berusaha menjadi dia.

Mendaki gunung?
Sejauh ini bagiku adalah sebuah tantangan, bukan sekedar efek pasca membaca novel 5 cm. Ada puncak di akhir perjalanan sana yang harus ku gapai. Puncak Mimpi -begitulah bahasa hiperbol yang sering kutanam dalam otak agar mensugesti tubuhku menjadi berani. 
Tapi dalam menjalani perjuangan menggapai puncak itu aku butuh bantuan, utamanya dari orang-orang yang sudah ahli. Aku butuh pembimbing. Ya, maka kupilih tim ini. Beberapa orang yang sudah ku kenal sebelumnya, beberapa perempuan -ya aku sudah kenal- dan beberapa laki-laki -plus ketua tim bertubuh gempal, kocak-. Iya. Kalian. 

Rabu, 11 Desember 2013

puisi dwitasari - kepergianku


Setiap pertemuan pasti ada perpisahan.
Cepat atau lambat pepatah ini akan terjadi pada siapapun, termasuk aku.
Iya, tentu saja ada airmata, tentu saja ada semilir duka.
Tapi aku percaya semua ini akan terlewati dan kembali baik-baik saja.
Aku juga manusia biasa, punya rasa rindu yang menggebu.
Aku rindu menjadi diriku sendiri, aku yang utuh.
Aku yang ku kenali, aku yang ku inginkan.
Memang semua tak lagi sama, tapi percayalah, ini yang terbaik.
Jangan ada benci apalagi caci, kita telah dewasa.
Bukankah dewasa berarti siap melupakan juga merelakan.
Kita masih bisa bertemu dalam nyata atau dalam doa.
Kita masih bisa saling membahagiakan.
Dalam peluk, dalam tawa, manis.
Ini bukan kepergian, kita hanya sama-sama ingin meraih tujuan.
Tolong, tolong jangan anggap ini perpisahan.
Hanya raga kita yang terpisah, tapi hati ini masih saling bertautan.
Tubuhku memang tak lagi bersama kalian.
Tapi, izinkan aku menyelamatkan hati.
Agar perbedaan ini tak jadi bumeranguntuk saling menyakiti.
Aku pergi karena aku ingin menjadi yang aku ingini.

Sabtu, 13 Oktober 2012

Awal memang Indah, Akhir memang Menyakitkan


Aku tau awal memang indah, namun saat kita mulai menyelami diri kita masing-masing kita akan tahu bahwa hidup dan jalan kita telah jauh berbeda. Sebenarnya banyak kesamaan dari kita, tapi setelah kau tau kau tak kan percaya pada ku lagi. Bad girl, mungkin itu yang ada dalam pikiran mu. Hidup ini memang banyak jalur yang kelam dan nista penuh godaan. Tak jauh berbeda dengan kamu saat aku tau begitu getirnya masa lalu yang harus kau terima. Sudah aku bilang kita tak jauh berbeda kita sama-sama pengecut untuk hal ini. Apakah bad girl tak berhak mendapatkan cinta seorang kekasih yang mampu memecah kesepian hati selama ini. Cinta yang mengalir begitu lembut sampai kau tak tau apa yang ada di hati. Kau dengan logika dan aku dengan perasaanku yang begitu tunduk dalam sihir bayangan semu yang menggelayuti. 


Jumat, 12 Oktober 2012

Ibuku pahlawan tanpa tanda jasa

Ibuku adalah sesosok wanita tangguh yang selalu berjuang untuk menghadapi keras dan kejamnya hidup ini.Seorang penyayang dan pelindung bagi keluarga.ibu yang selalu tegar dalam menghadapi setiap masalah,inspirator dan penyemangat bagi buah hatinya untuk selalu maju menjadi manusia yang berguna,seorang wanita muslimah yang selalu dekat kepadaNYA setiap harinya tak pernah lupa untuk menjalankan kewajiban solat lima waktunya memohon dan berdoa kepadanya agar diberi petunjuk diberi kemudahan dalam menjalankan hidupnya,ibuku adalah seorang guru wiyata bakti yang telah mencurahkan segala jiwa dan raga demi anak didik tercinta,demi generasi penerus bangsa ini.10 tahun sudah ibuku mengabdikan dirinya untuk Negara berjuang bersama ke 4 orang guru lain yang begitu tangguh setangguh batu karang dan mereka semua masihlah wiyata bakti tak satu pun yang mendapat gelar PNS.mereka mengajar di sebuah madrasah desa yang jauh dari kemajuan nan makmur kota yang semuanya serba berfasilitas.
Semangat mereka membara bagaikan bara api yang tak pernah padam,seluruh hidupnya telah di curahkan untuk mengajar dan terus mengajar para anak-anak yang haus akan bangku pendidikan.walaupun upah yang mereka dapatkan tak pernah sebanding dengan perjuangan mereka yang begitu berat, tak lebih dari 300 ribu perbulan itu juga didapatkan kalau PEMDA tidak lupa pada mereka.begitulah nasib dari para wiyata bakti disebuah madrasah desa,yang hanya dipandang sebelah mata oleh pemerintah.

Jumat, 15 Juni 2012

semua tentang kita




inilah sebuah kisah sepasang kekasih
waktu tetap berjalan
waktu menitih kehidupan
hari demi hari terlewati bersama
indah disaat kepingan hati dalam jalinan asmara
disaat Tawa Canda Tangis dan Duka masih milik kita
Kini waktu telah berlalu semua tentang kita hanya mampu ku kenang
waktu tetap berjalan
sedih terukir dihati
walau engkau tlh tiada namun q tetap tegar meraih mimpi
agar buatmu bangga tersenyum di dunia yang berbeda


Selasa, 05 Juni 2012

Saat gerimis

Sepi merangkai sunyi
pagi di saat gerimis yang redup

mengalir dalam lekuk-lekuk hawa mendung
hampa dalam rasa

Rerumputan hijau bergoyang pelan
runduk merunduk ditimpa gerimis
dan derai air yang kian memanas
ditekan tuanya waktu

Tuhan,bila esok masih ada saat untuk saur
ijinkan mentari kuning dapat terbit kembali
Tuhan, bila esok masih ada saat untuk berbuka
ijinkan garis kuning senja terlukis di indah langitmu
by : Dian Prahesti

Anak kecil berpayung abu-abu

Anak kecil berpayung abu-abu
tunduk berjalan dihempas angin
menepi di pinggiran jalan
menelusup di balik beku
helaian tembakau masih berbalut embun
kelip-kelip lampu dibawah derai ilalang

Anak kecil berpayung abu-abu
berjalan tergesa menembus kabut
kakinya telah kuyub tertelan hujan

ada rindu di balik matanya
potongan hidup dari masa lalu
memaksanya untuk kembali
lari berjingkat
walau, matahari tak pernah berbalik ke timur
walau perih akan semakin mendera


by : Dian Prahesti

Sabtu, 02 Juni 2012

Gombalan Ala Mahasiswa Teknik

Gombal Gambul Mahasiswa Teknik

Teknik Mesin : torsi dan Gaya mesin apapun tak mampu menyaingi derungan hati ku ketika dirimu menciumku dengan segenap cintamu.
Teknik Boga :Dari banyak menu yang kita pilih di Restoran ini, ga akan bisa mengalahkan nikmatnya cinta kita. Semua rasa ada didalamnya, aku bahagia bersamamu sayang
Teknik Informatika : Ketika virus yang bernama CINTA.exe menyerang hatiku yang membuatku teringat selalu padamu
Teknik elektro : katoda tidak akan sama bila dibandingkan dengan anoda, tapi hati ananda tetap satu untuk adinda
Teknik Sipil : Aku mencintaimu ibarat beton bertulang karena tak akan korosi walau diterpa udara

Minggu, 06 Mei 2012

Rabu, 25 April 2012

Supernova : Petir

Supernova : Akar

 
Engkaulah gulita yang memupuskan segala batasan dan alasan.
Engkaulah petunjuk jalan menuju palung kekosongan dalam samudra terkelam.
Engkaulah sayap tanpa tepi yang membentang menuju tempat tak bernama namun terasa ada.

Ajarkan aku.
Melebur dalam gelap tanpa harus lenyap.
Merengkuh rasa takut tanpa perlu surut.
Bangun dari ilusi namun tak memilih pergi.

Tunggu aku.
Yang hanya selangkah dari bibir jurangmu.

Supernova : Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh


Engkaulah getar pertama yang meruntunhkan gerbang tak berhujung mengenal hidup.
Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku dalam cinta tak bermuara.
Engkaulah matahari firdausku yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara.

Kau hadir dengan dengan ketiadaan.
Sederhana dalam ketidakmengertian.
Gerakmu tak pasti.

Namun aku terus disini.
Mencintaimu.
Entah kenapa?

Rabu, 11 April 2012

Ku Ingin



Ku tulis namamu dalam ruang hatiku penuh keabadian 
kukan selalu jaga cahaya yang datang dari hatimu 
cahaya yang beri aku kehidupan dalam lingkaran kebahagian 
ku ingin senyummu menghiasi hidupku yang penuh derita

Jumat, 16 Desember 2011

Andai Saya Menjadi Anggota DPD RI

Seandainya adalah kata yang begitu indah digambarkan di sketsa angan seseorang, karena kata itu memberi ruang di otak kita untuk membayangkan apa saja yang kita inginkan. Kata itu “ajaib” membuat seseorang menjadi termotivasi, jatuh, ataupun tidak bangkit dari angan-angan, tergantung bagaimana individu memproyeksikan “pengandaiannya” itu. Biarlah angan saya berandai-andai pada satu sudut ketika saya menjadi anggota DPD RI. “wakil” itulah yang perlu digaris bawahi dari singkatan jabatan yang terdengar begitu kemilau ketika dipandang oleh orang yang berambisi tentang kekuasaan, berat dipandang oleh orang yang mudah putus asa, dan dipandang amanah oleh orang yang berjiwa kepemimpinan. Kenapa amanah Karena orang yang selalu memegang amanah, ia mempunyai ambisi tetapi tidak hanya sebatas kekuasaan, arahannya lebih kepada kemajuan bersama. Itulah gambaran awal andai saya menjadi Anggota DPD RI. Bagi saya, penting untuk mengetahui visi dan misi, hak dan kewajiban, serta tugas dan wewenang, tetapi menjalankannya membutuhkan seseorang yang amanah. Apalagi menjadi wakil di suatu daerah, tidak menutup kemungkinan akan tergiur dengan harta, ataupun tahta. Bukan berarti saya tidak membutuhkan harta dan tahta, hanya saja keduanya itu bukanlah orientasi utamanya. Orientasi utamanya adalah rakyat.

“…Wakil rakyat harusnya merakyat…”, potongan syair lagu ini begitu menggelitik di memori saya. Seorang wakil rakyat memang sudah ‘seharusnya’ merakyat bukan ‘sepantasnya’ lagi. Kenapa seharusnya Karena sebagai seorang wakil rakyat sangatlah tidak wajar ketika baru sibuk mencari tahu apa saja yang berkenaan dengan DPD RI setelah duduk di salah satu kursi kepemimpinannya. Menilik kasus dari beberapa orang yang mangkir dari tugasnya sebagai dewan perwakilan, saya rasa mereka masihlah menggunakan kata ‘sepantasnya’, sehingga itu masih sebatas keinginan indah yang belum direalisasikan.

Untuk merealisasikan tugas saya sebagai DPD RI dengan cara merengkuh rakyat bersama saya. Karena tidak mungkin sebagai dewan perwakilan daerah, saya justru tidak mengenal daerah dan rakyat yang ada di dalamnya. Dengan berbagai fasilitas yang saya miliki setelah menjadi DPD RI, saya tidak mau terlena dengan semua fasilitas yang ada. Saya juga tidak mau membuat jarak dengan mereka karena keeksklusifan yang saya ciptakan, karena keeksklusifan justru akan menjadi tembok penghalang untuk mengetahui kenyataan yang ada di lapangan. Memanglah untuk menjadi seorang pemimpin harus menyeimbangkan antara sifat kepemimpinan “reptil” dan “mamalia” agar bisa menjadi pemimpin yang berjiwa besar dan disegani. That’s Right, di segani, beda dengan di takuti. Jangan jadi pemimpin yang suka bersungut-sungut karena bisa membuat rakyatnya juga ikut bersungut-sungut dan bisa jadi itu bukan dunia manusia, tetapi dunianya belalang karena banyaknya sungut dimana-mana.

“Waktu itu seperti pedang, jika kau tidak bisa menggunakannya, maka ia akan menebasmu”, seperti halnya menjadi anggota DPD RI, waktu yang mungkin tidak lama itu, gunakanlah sebaik-baik untuk kemaslahatan rakyat, agar tidak terjadi sesal, kekecewaan, tanggung jawab yang tak terselesaikan rapi dan mencoreng muka sendiri.

Semangat berkarya untuk para pemuda dan pemudi Indonesia, engkaulah generasi penerus bangsa, di tanganmu ada masa depan. Maka ukirlah dengan kesungguhan, pegang dengan keteguhan, dan lakukan dengan amanah

Selasa, 13 Desember 2011

Sang Pengemban Amanat

Bila saya diijinkan untuk berandai-andai, bila setiap orang masih diperbolahkan untuk memiliki imajinasi, bila seluruh rakyat di negeri yang konon mendapat julukan Untaian Zamrut Khatulistiwa ini diperkenankan untuk sedikit berkhayal. Semuanya serba bila, karena ini hanyalah sebuah khayalan semu yang entah menjadi nyata atau tidak. Tidak baik memang bila terlalu mengharapkan hal yang belum tentu kenyataannya. Aih, jangan pula terlalu pesimis. Hanya membuat tulang yang telah kering menjadi kian mengering.

Mari dilanjutkan. Mari sekedar berandai-andai. Siapa tahu saat sedang berandai-andai malaikat mendengar harapan itu dan mengamininya. Sejenak berandai-andai menjadi sosok orang terpandang di negeri ini. Memang banyak orang besar di negeri ini, namun kali ini saya akan berandai-andai menjadi seorang anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia.

Menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia merupakan suatu kehormatan yang tidak semua rakyat di negeri ini bisa memperolehnya. Tentu saja, siapa yang tidak merasa terhormat bila telah dipercaya jutaan rakyat yang berada di daerah untuk menyampaikan keluh kesah atau pun aspirasi mereka. Bukankah butuh keberanian yang tidak kecil untuk sekedar menceritakan aspirasi dan keluh kesah itu. Ada konsekuensi yang harus dipikirkan sebagai akibat dari penyampaian aspirasi maupun keluhan tersebut. Jadi merupakan kehormatan besar ketika seseorang mendapat kepercayaan untuk menerima aspirasi dan keluh kesah tersebut. Kehormatan besar untuk Sang Pengemban Amanat yang memang telah terhormat.

Andai saya menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia saya merasa sangat bangga menerima kehormatan tersebut. Tentu saja tidak cukup dengan merasa bangga, saya akan menerima semua amanat, aspirasi, dan keluh kesah yang saya terima, kemudian saya perjuangkan semaksimal mungkin agar sesuai dengan diharapakan. Saya tidak ingin menjadi Sang Pengemban Amanat yang tidak bisa mengemban amanat yang dititipkan rakyat daerah tempat saya terpilih . Saya merupakan orang yang dapat dipercaya. Sekuat tenaga saya akan mememuhi janji-janji yang dulu pernah saya ucapkan saat kampanye pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Republik Indonesia. Saya sangat berharap orang-orang yang telah memberikan suara, tidak akan kecewa karena telah memilih saya.

Sebagai Sang Pengemban Amanat, saya berusaha sekuat tenaga untuk mensejahterakan rakyat di daerah asal saya terpilih. Saya ingin mereka merasa bangga karena telah memilih saya. Saya akan memperjuangkan aspirasi rakyat di daerah untuk mewujudkan pemerataan pembangunan. Saya juga akan berusaha meningkatkan perhatian pemerintah pusat agar lebih tanggap terhadap isu-isu yang ada di daerah.

Sang Pengemban Amanat yang bisa mengemban amanat adalah orang yang selalu jujur dan bertanggungjawab. Saya akan selalu berpikir, bersikap, dan bertindak dengan jujur serta penuh tanggung jawab. Kedua hal tersebut menjadi pedoman saya dalam mengemban tugas sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia.

andai saya menjadi Anggota DPD RI , saya tidak akan pernah mengecewakan rakyat daerah asal tempat saya terpilih. Saya akan memperjuangkan dengan sekuat raga dan segenap jiwa semua amanat, aspirasi, dan keluhan mereka. Bagi saya, kepentingan rakyat daerah adalah segalanya. Tidak ada yang lebih penting dan membahagiakan ketika saya berhasil memperjuangkan kepentingan mereka.

Senin, 12 Desember 2011

kebiasaan orang sukses yang bermanfaat bagi orang lain

Indikator Memberikan Manfaat bagi Orang Lain

Apa indikator dari orang yang sukses karena telah memberi manfaat bagi orang lain? Bagaimana kita bisa mengategorikan orang yang telah memberikan manfaat bagi orang lain? Ada beberapa indikator yang bisa disebutkan disini, yaitu :

1.Bahwa bentuk memberikan manfaat bagi orang lain itu bisa beragam. Dapat berupa sumbangan immaterial, seperti pemikiran, ide, nasehat, ajaran, atau keteladanan. Bisa juga berupa sumbangan materi seperti uang, barang, sarana, fasilitas, dan lain-lain. Pendek kata sumbangan itu dapat dirasakan manfaatnya oleh orang lain.

2.Jumlah orang yang merasakan manfaat sumbangan Anda bisa banyak atau sedikit. Sumbangannya juga bisa bernilai kecil atau besar. Dari sisi waktu, bisa berupa sumbangan yang rutin atau insidental. Semakin banyak dan besar serta semakin rutin sumbangan manfaat yang Anda berikan kepada orang lain, berarti semakin besar kesuksesan Anda.

3.Ada sebagian orang yang merasa ia telah memberi manfaat kepada orang lain karena telah memenuhi kebutuhan orang tersebut atau telah membuat orang itu senang (terhibur). Hal ini salah! Sebab memenuhi kebutuhan dan kesenangan orang lain belum tentu baik. Contohnya, Anda memberikan orang lain uang untuk memenuhi kebutuhannya berjudi atau Anda menyenangkan (menghibur) orang lain dengan menyajikan tayangan porno. Hal ini tentu saja tidak termasuk kategori yang memberikan manfaat bagi orang lain. Sebab memberikan manfaat bagi orang lain ukurannya adalah apakah sesuatu yang disumbangkan itu dapat meningkatkan kemuliaan dan kualitas kemanusiaan orang tersebut atau tidak.
Jadi ukurannya adalah nilai berupa kualitas dan kemuliaan, bukan perasaan atau kebutuhan yang sifatnya subyektif dan nisbi. Jika apa yang Anda berikan tidak meningkatkan kemuliaan dan kualitas orang lain, maka hal tersebut tidak terima 'sesuatu yang memberikan manfaat bagi orang lain’, walau Anda berupaya membungkusnya dengan alasan yang rasional. Ali bin Abu Tholib pernah berkata, "Bagianmu yang sesungguhnya dari dunia ini adalah yang memberikanmu kemuliaan diri."

4.Mungkin saja Anda pernah melakukan perbuatan untuk kepentingan diri sendiri dan tak ada manfaatnya bagi orang lain, namun jika jumlah dan frekuensinya jauh lebih kecil dari perbuatan untuk memberikan manfaat bagi orang lain, maka Anda masih dikategorikan sebagai orang yang sukses. Hal itu karena waktu Anda lebih banyak diberikan untuk kepentingan orang lain daripada untuk kepentingan diri sendiri.

5.Jika manfaat yang Anda berikan kepada orang lain itu berumur panjang dan tetap dikenang setelah Anda meninggal dunia, maka manfaatnya jauh lebih besar daripada manfaat yang hanya dirasakan orang lain ketika Anda masih hidup. Pada saat itu Anda telah mendapatkan sukses yang besar. Sukses yang dialami oleh para nabi dan rasul, pemimpin, penemu, dan para pahlawan di sepanjang sejarah manusia. Mereka sukses karena telah meninggalkan warisan yang bermakna bagi orang-orang sepeninggal mereka. Pepatah mengatakan, “Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama”.
Jika berbagai indikator kesuksesan berdasarkan manfaat bagi orang lain telah Anda peroleh berarti Anda telah menjadi orang sukses dalam arti sebenarnya. Anda lebih sukses daripada orang yang kaya, populer atau memiliki jabatan tinggi tapi hidupnya lebih banyak memberikan kerugian dan menzalimi orang lain.

Sukses berdasarkan manfaat bagi orang lain adalah sukses yang dapat Anda peroleh tanpa henti. Mengapa? Karena anda bisa memperolehnya sepanjang waktu asalkan Anda mau memprioritaskan waktu, tenaga dan pikiran untuk lebih peduli kepada orang lain, bukan untuk kepentingan diri sendiri.

Untuk memulai hidup yang memberikan manfaat bagi orang lain, cara yang perlu dilakukan adalah :

1.Lakukan evaluasi apakah perbuatan Anda lebih banyak untuk kepentingan orang banyak atau untuk diri sendiri. Caranya dengan menginventarisir kegiatan Anda akhir-akhir ini (misalnya sebulan terakhir). Lihat mana kegiatan yang manfaatnya untuk kepentingan diri sendiri atau untuk orang lain. Kegiatan mengurus keluarga termasuk kegiatan yang bermanfaat untuk orang lain tapi tingkatannya kecil karena pengaruhnya hanya untuk sedikit orang.

2.Jika dari evaluasi ternyata lebih banyak kegiatan untuk kepentingan diri sendiri atau untuk keluarga Anda, segeralah berubah! Anda perlu lebih banyak mengisi waktu Anda untuk kepentingan orang banyak. Rancanglah aktivitas yang perlu Anda lakukan di masa mendatang yang dampaknya lebih dirasakan orang banyak. Misalnya, ikut kegiatan sosial, membimbing orang lain, membantu kesulitan orang lain, mengunjungi daerah-daerah kumuh, silaturahmi, menulis, dan lain-lain.

3.Jaga agar ritme hidup Anda lebih banyak untuk kepentingan orang banyak. Hilangkan kebiasaan untuk melakukan kegiatan bagi kepentinan diri sendiri. Kegiatan yang bermanfaat untuk orang banyak tidak selalu mengharuskan Anda mengeluarkan dana. Hiduplah dengan tujuan untuk memberi manfaat bagi sebanyak banyaknya orang. Jangan ikuti perasaan Anda yang hanya ingin hidup bersenang-senang dan memuaskan hawa nafsu untuk kepentingan diri sendiri. Hidup seperti itu kelihatannya enak dalam jangka pendek, tapi akan membawa penyesalan dan kegelisahan di kemudian hari. Suatu ketika Anda akan merasa hampa karena merasa kurang berarti bagi orang lain.

Menurut David C. Clelland, seorang profesor di Amerika yang mendalami perjalanan orang?orang sukses, orang yang sukses adalah orang?orang yang tidak pernah berhenti mencoba, sekalipun awalnya mereka harus menemui kegagalan. Untuk lebih jelasnya, coba ikuti apa saja yang dilakukan oleh orang?orang sukses berikut ini. Siapa tahu anda bisa sukses seperti mereka.

- Orang sukses selalu percaya diri dan merasakan bahwa mereka berbuat sesuatu untuk dunia dengan niat ibadah.
Mereka memandang sebuah dunia yang besar ini dan ingin memainkan peranan penting di dalamnya. Mereka tetap bekerja sesuai ketrampilan mereka, sambil tetap menyadari bahwa ketrampilan ini memberi nilai lebih kepada ketrampilan lainnya. Mereka juga sadar, karya terbaik akan menghasilkan kompensasi bagi mereka.

- Orang sukses mau mengambil resiko dan berusaha mengatasinya.
Mereka berupaya untuk mencapai target, melakukan penghematan, membangun relasi dengan banyak orang. Serta gesit mencoba sesuatu yang baru untuk mengikuti perkembangan zaman, sepanjang jalan yang dilewati positip.

- Orang sukses mampu menikmati apa yang mereka kerjakan.
Mereka selalu melihat pekerjaan sebagai HOBY atau KESENANGAN. Mereka juga memilih pekerjaan yang dapat melecut semangat juang mereka. Karena orang sukses menyukai tantangan. Mereka sangat menikmati proses pencapaian kesuksesan mereka, dimanapun mereka berada.

- Orang sukses adalah orang yang tak pernah berhenti belajar.
Mereka sangat menyadari bahwa ilmu pengetahuan tidak pernah berakhir sekalipun kehidupan nyaris berakhir. Ilmu pengetahuan bisa didapat dari buku?buku pengetahuan, surat kabar, majalah, televisi, internet dan lainnya. Jangan khawatir, di jaman teknologi dewasa ini anda tidak akan kekurangan media untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Ingat, dengan pengetahuan yang cukup, anda akan semakin percaya diri dan leluasa melangkah di dunia kerja.

- Orang sukses selalu berpandangan positif terhadap apa yang dapat mereka kerjakan.
Mereka mampu menyemangati diri sendiri untuk berhasil meraih sukses. Karena umumnya orang sukses punya cara tersendiri untuk memotivasi diri hingga mereka dapat terus berkarya. Hebatnya, mereka pun mampu menyemangati orang lain untuk mencapai sukses yang diinginkan.

-Orang sukses tidak pernah setengah?setengah dalam bekerja.
Mereka memiliki semangat yang membara dan kekuatan yang penuh untuk mencapai kesuksesan. Mereka pandai memfaatkan waktu dengan baik dalam kemampuan fisik dan mental untuk mencapai sukses.

Nah apakah anda juga ingin sukses? Kalau anda ingin sukses coba saja mengikuti apa yang sering dilakukan oleh mereka yang sukses. Hasil urusan belakang yang penting sudah berusaha berdo'a dan berihtiar nikmati aja prosesnya. Siapa tahu, sukses itu jadi milik anda.