Jumat, 12 Oktober 2012

Ibuku pahlawan tanpa tanda jasa

Ibuku adalah sesosok wanita tangguh yang selalu berjuang untuk menghadapi keras dan kejamnya hidup ini.Seorang penyayang dan pelindung bagi keluarga.ibu yang selalu tegar dalam menghadapi setiap masalah,inspirator dan penyemangat bagi buah hatinya untuk selalu maju menjadi manusia yang berguna,seorang wanita muslimah yang selalu dekat kepadaNYA setiap harinya tak pernah lupa untuk menjalankan kewajiban solat lima waktunya memohon dan berdoa kepadanya agar diberi petunjuk diberi kemudahan dalam menjalankan hidupnya,ibuku adalah seorang guru wiyata bakti yang telah mencurahkan segala jiwa dan raga demi anak didik tercinta,demi generasi penerus bangsa ini.10 tahun sudah ibuku mengabdikan dirinya untuk Negara berjuang bersama ke 4 orang guru lain yang begitu tangguh setangguh batu karang dan mereka semua masihlah wiyata bakti tak satu pun yang mendapat gelar PNS.mereka mengajar di sebuah madrasah desa yang jauh dari kemajuan nan makmur kota yang semuanya serba berfasilitas.
Semangat mereka membara bagaikan bara api yang tak pernah padam,seluruh hidupnya telah di curahkan untuk mengajar dan terus mengajar para anak-anak yang haus akan bangku pendidikan.walaupun upah yang mereka dapatkan tak pernah sebanding dengan perjuangan mereka yang begitu berat, tak lebih dari 300 ribu perbulan itu juga didapatkan kalau PEMDA tidak lupa pada mereka.begitulah nasib dari para wiyata bakti disebuah madrasah desa,yang hanya dipandang sebelah mata oleh pemerintah.


Bagi ibuku gelar PNS itu hanyalah sebuah angan-angan semu dan hanyalah khayalan belaka kerena di usianya yang menganjak kepala 4 mungkin sudah tidak bisa lagi menjadi pegawai negeri sipil.Inilah potret nyata dari para pengajar guru wiyata bakti yang tetap dan terus berjuang demi mencerdaskan kehidupan bangsa.Pantaslah bagi mereka jika mendapatkan sebutan pahlawan tanpa tanda jasa

“Anakmu tersayang yang selalu berdoa untuk mu ibu”

2 comments:

Anonim mengatakan...

Ya Allah.....
itulah,, yg dinamakan ketulusan... keikhlasan...
dan disaat jiwamu limbung oleh keadaan... ingatlah ibu..
ingat jiwanya... ingat semangatnya...
ingat cintanya...

ingatlah bahwa hidup adl perjuangan. apapun perjuangan itu.

^cinta seorang ibu.....untukmu, ingatlah.. kuliah yg sungguh2 ya, biarkan ibu tersenyum melihatmu^

Darah Pemuda mengatakan...

makasih suppotnya

kanku buktikan kalau aku bisa membahagiakan mu ibu